Membuat Cerita dan Cara Menceritakannya

Advertisement

Membuat Cerita dan Cara Menceritakannya

kurakurapikan
Rabu, 17 April 2019

Masih ditulis oleh Gugun Arief melalui postingan Facebooknya yang kebetulan postingan beliau ini lewat di beranda FB mimin (lagi), jadi mimin sekalian share aja di blog ini. Mari kita lihat pemaparan beliau ya 😊



Dalam penulisan fiksi (komik, novel, film dll.) salah satu hal yang dipentingkan adalah "storytelling". Kenapa?

Sebuah cerita kalau diceritakan dengan cara berbeda akan menghasilkan kesan yang berbeda. Cerita yang bagus diceritakan dengan cara yang kurang pas, bisa bikin bosan. Sedangkan cerita sederhana tapi diceritakan dengan cara yang unik, akan terasa menarik.

Bagaimana cara bikin cerita yang baik?

Ini saya dapat dari kelas penulisan skenario (juga di kelas sastra). Struktur cerita yang paling sederhana adalah "tiga babak". Yakni cerita terdiri dari intro, klimaks dan resolusi (sori saya lupa istilah tepatnya hehe lha wong ini hapalan). Intro mengenalkan karakter-karakter anda biar pembaca bisa relate sama emosi dirinya. Untuk menuju klimaks ada konflik-konflik antara protagonis dengan antagonis. Lalu menuju akhir ada penyelesaian. Ada juga yang penyelesaiannya menggantung atau malah "twist" (menyesatkan dugaan pembaca).

Cukup begitu?

Saya bilang sih tidak cukup. Kita masih perlu storytelling. Apa sih storytelling itu?

Sederhananya, bikin pembaca ketagihan pada cerita anda. Biasanya bisa dilakukan dengan membuat karakter yang menarik. Karakter yang bisa relate sama pembaca baik secara kisah, emosi, kesan dll. Pembaca diharapkan jatuh cinta dengan karakter bikinan anda. Karakter yang bagaimana?

Biasanya sih ya...

  • Karakter yang punya latar belakang kompleks, unik, tidak biasa. Atau dia punya kondisi yang unik, aneh, tak disangka sebelumnya. Ini disebut "round character".
  • Karakternya punya tujuan yang kuat untuk mencapai sesuatu. Dia akan terus mencapainya walau rintangan menghadang. Kelemahan dirinya akan terus ia terjang. Tujuan karakter ini begitu penting sehingga kalau tidak ia capai bisa mengancam sesuatu dalam dirinya: mungkin harga diri, nyawa, keselamatan orang, cita-cita dll.
  • Karakter selalu dapat penghalang dalam menjalankan misinya. Halangan itu begitu berat sehingga nyaris menghancurkannya. Karakter yang menghalanginya disebut antagonis.
  • Karakter biasanya didampingi oleh sahabat dan love interest. Mereka ini bisa mendukungnya atau malah mengkhianatinya.


Saya biasanya kalo bikin cerita akan bikin kerangka dulu (yang biasanya pakai struktur 3 babak, paling simpel soalnya). Lalu saya atur seperti ini...

Kalau komik saya 5 halaman. halaman pertama pembaca jangan sampai ilfil ato bosan mau lanjut. Halaman pertama sudah harus berkesan dan bikin penasaran. Kalau komik saya 10 halaman. Setidaknya 2 - 3 halaman awal harus bikin penasaran buat pembaca.

Membuat cerita menarik itu bukannya nambahin halaman sebanyak mungkin yang gak ada gunanya bagi progres cerita alias nasib karakternya. Apalagi dikasih joke-joke yang malah distraktif sama perkembangan nasib karakter. Kita musti berasumsi bahwa pembaca itu sadis, gampang bosan dan mudah mencela. Berikan mereka cerita yang membuat ketagihan dan bahkan tak sempat mengomentari. Kalo cerita anda dikomentari "bagus" menurut saya berarti itu belum bagus.

Khusus untuk cerita yang bersambung, ada satu pertanda kalo cerita bikinan anda udah cukup bagus...

Yakni kalo yang baca sampe nanya...

"Woi, kelanjutannya mana niiiih?"

Apalagi kalau sampai maksa-maksa anda segera bikin lanjutannya hehehe. Cerita yang bagus membuat pembacanya peduli dengan lanjutannya.

Kalau ceritanya tipe one shot, adalah ketika pembaca membagikannya pada teman-temannya.