Tehnik dan Teknis Menyetak Komik dan Bagaimana Cara Menjualnya

Advertisement

Tehnik dan Teknis Menyetak Komik dan Bagaimana Cara Menjualnya

kurakurapikan
Senin, 15 April 2019


Tehnik dan Teknis Menyetak Komik dan Bagaimana Cara Menjualnya


Ditulis oleh Gugun Arief melalui postingan Facebooknya, mungkin sebagian diantara kalian sudah ada yang mengenal pak Gugun, beliau adalah salah satu artis saat ini bekerja di Javora Studio. 
Nah kebetulan postingan beliau ini lewat di beranda FB mimin, jadi mimin sekalian share aja di blog ini. Mari kita lihat pemaparan beliau ya, tentang teknis-teknis menyetak komik dan cara menjualnya.


--

Mungkin ada teman-teman yang sudah membulatkan diri untuk berjuang di jalur indie?

Saya ingin membagi teknik-teknik berdasarkan pengalaman yang seperceceran mie goreng ini. Siapa tahu berguna. Teknik meliputi:
  1. Cara memformat komik untuk siap cetak
  2. Mencetak dengan biaya minimum
  3. Menghitung harga jual
  4. Menjual komik


FORMAT

Agar komik bisa dicetak anda musti memformatnya dulu menjadi file siap cetak. Saya biasanya dalam format PDF. Bikin PDF bisa pakai software apapun asalkan anda ngerti settingnya ke resolusi cetak. Yang perlu diperhatikan adalah:
  1. Ukuran cetaknya nanti. Berapa ukuran ideal? Ukurlah komik-komik yang umum di pasaran. Saya biasanya cetak dalam ukuran panjang sekitar 190 mm dan lebar 145 mm.
  2. Jarak panel dengan batas kertas/margin. Kalau layout terlalu mepet, resiko kepotong jadi besar.
  3. Warna dan gradasi. Pastikan tidak ada detail yang hilang atau jadi pecah.
  4. Ketepatan ukuran font. Bikin kata-kata jangan kekecilan. Toleransi umum biasanya font minimum ukuran 10 atau 11. Kalau kekecilan susah bacanya.
  5. Kerapihan penyusunan halaman. Pastikan halamannya sudah diurutkan dengan baik.
  6. Cover. Biasanya cover dijadikan dalam file terpisah dengan isi. Cover meliputi muka, samping dan belakang.
  7. Kalau ada ISBN bisa disertakan.
  8. Tandai cetakan keberapa.
  9. Terakhir pastikan file yang sudah jadi PDF resolusinya pas, tidak turun, tak ada yang pecah atau blurred.


CETAK

Saya biasanya cetak dalam ukuran panjang sekitar 190 mm dan lebar 145 mm, pakai kertas jenis bookpaper 72 gram ketebalan lebih dari 200 halaman. Makin besar dimensi komik tentu akan makan biaya lebih.

Saat ini ada dua macam teknik cetak yang digunakan: digital dan offset. Offset lebih mahal kalo cetak sedikit tapi lebih murah dalam jumlah besar. Offset juga lebih konsisten kualitasnya. Silakan bandingkan kualitas dan harganya. Berhubung saya tak ada endorsement apapun hehehe saya kasih clue aja buat nyetak yang murah. Cetak aja di Jogja. Cari sendiri tapi ya :D

Berapakah biaya yang diperlukan untuk mencetak?

Biasanya percetakan tidak bisa langsung menentukan sebelum melihat file PDFnya. Dari situ akan dikalkulasi berdasar jumlah kertas yang akan dihabiskan. Perbedaan panjang dan lebar bisa berpengaruh.

Kalau anda pemula, mulailah dengan jumlah cetakan yang kecil. Sesuaikan dengan keuangan anda. Semakin banyak cetak memang semakin murah tapi berlakunya ke kelipatan yang besar.

Berjaga-jagalah juga untuk error. Misalnya mencetak 100 eksemplar, maka sisakan 10 untuk penggantian yang error kalau jualan.


MENGHITUNG HARGA JUAL

Faktor-faktor yang bisa dimasukkan dalam perhitungan antara lain:

  1. Harga cetak per buku. Artinya harga kertas, tinta dan penjilidan doang.
  2. Harga kreatif komikus. Ini nilai kerja komikusnya. Semacam royaltinya.
  3. Pengemasan. Jika anda jual secara online.
  4. Transportasi. Yang anda keluarkan selama wara-wiri mengurusi cetakan. Termasuk pengiriman.
  5. Keuntungan. Jumlah yang ingin anda ambil sebagai keuntungan bisnis.


Semakin besar modal, harga yang dikenakan pada tiap eksemplar bisa makin murah dan keuntungan makin banyak. Tapi semua juga musti sebanding dengan prospek penjualan.


JUALAN KOMIK

Kalau mau masuk toko buku ribet urusan proseduralnya. Musti pakai ISBN dan sebagainya. Lebih mudah pakai jasa distribusi tapi mustinya juga akan kreluar biaya khusus. Belum nanti kalah sama komik-komik dari penerbit besar.

Kalau independen bisa kerjasama dengan toko buku indie atau via jaringan distribusi indie. Atau jika memang modalnya cekak bisa pakai cara pre order atau print on demand.

Jika marketing sudah dijalankan, penjualan akan jadi lebih mudah.

Sekian teknik dasar banget dari saya. Siapa tahu berguna.

Gugun